Apakah Pariwisata Virtual Dapat Menyelamatkan Bisnis Lokal Di Lokasi Wisata?

Bayangkan kamu dapat mendatangi pulau tropis cabai yang bagus di timur Indonesia dari kenyamanan kursi kamu lewat laptop ataupun ponsel pintar kamu.

Turis bisa bermukim di rumah sembari mencermati suara agen ekspedisi yang menarangkan wilayah setempat serta memandang tempat- tempat yang mereka datangi dengan cara virtual lewat gadget.

Dengan endemi COVID- 19 yang amat pengaruhi pabrik pariwisata garis besar, virtual tourism ataupun pariwisata virtual- penggunaan kenyataan virtual buat kegiatan pariwisata- telah menolong agen ekspedisi bertahan dari darurat, tetapi sayangnya, tidak banyak menolong buat usaha- usaha di destinasi pariwisata.

Pariwisata Virtual Menolong Melindungi Atensi Wisatawan

Pemisahan ekspedisi di sebagian negeri buat mengatur penyebaran coronavirus sudah memotong pemasukan ekspor dari pariwisata global sebesar US$730 miliyar. Jumlah penurunannya 8 kali bekuk lebih besar bila dibanding kala darurat ekonomi pada 2009.

Badan Pariwisata Bumi ataupun United Nations World Tourism Organization (UNWTO) memberi tahu kehadiran wisatawan global menyusut 79% pada Agustus dibanding rentang waktu yang serupa pada 2019 ataupun menurun dekat 700 juta kehadiran.

Negara-negara di semua bumi sudah memakai pariwisata virtual buat menolong mengimbangi gaya penyusutan ini.

Darmawisata virtual merupakan metode buat menjaga atensi turis pada sesuatu tujuan sepanjang endemi. Ini pula bisa menciptakan pemasukan buat pabrik, semacam buat pembimbing darmawisata serta gerai cenderamata.

Singapura Tourism Board sudah bertugas serupa dengan web semacam TourHQ serta Airbnb’ s Online Experiences.

Di Jepang, penguasa kota besar Tokyo menawarkan rekreasi online yang menunjukkan tempat- tempat darmawisata di Bunda Kota Jepang itu.

Tetapi, pariwisata virtual didesain buat tidak mengambil alih pariwisata konvensional, tetapi buat melindungi atensi turis sepanjang endemi alhasil kala suasana pulih mereka hendak terpikat buat kembali melancong.

Upaya Setempat Untuk Turut Serta

Searah dengan gaya garis besar, jumlah wisman yang bertamu ke Indonesia menyusut 88,9% pada September, jadi 153.498 dari 1,38 juta orang pada rentang waktu yang serupa tahun kemudian.

Bagus penguasa ataupun industri swasta di Indonesia sudah ikut serta dalam pariwisata virtual buat menolong menjaga atensi dari turis.

Departemen Pariwisata serta Ekonomi Inovatif belum lama ini mengadakan bermacam aktivitas virtual tourism semacam Geotourism Pergelaran 2020. Web ekspedisi terkenal, Traveloka, pula sudah mulai menawarkan pengalaman pariwisata virtual buat tujuan lokal serta luar negara.

Sebagian rekreasi virtual free, tetapi rekreasi dengan pembimbing biasanya hendak berbayar. Misalnya, rekreasi virtual Traveloka diawali dari Rp 50. 000 buat destinasi dalam negeri. Rekreasi ini hendak menciptakan pemasukan untuk industri rekreasi serta pembimbing.

Sebagian pemeran darmawisata dikabarkan sudah menggapai keberhasilan yang cukup. Ilustrasinya Jakarta Good Guide, yang dapat menarik hingga 100 partisipan dalam satu rekreasi.

Tetapi, rancangan ini mempunyai sebagian kekurangan. Misalnya, turis tidak butuh memesan penginapan buat menginap di penginapan serta memesan santapan serta minuman sembari menikmati destinasi mereka. Ini kurangi pengeluaran pariwisata, sekalian pula kurangi pengalaman serta perasaan turis kepada tempat-tempat yang mereka datangi.

Idealnya, virtual tourism tidak cuma menaikkan destinasi darmawisata tetapi pula kerajinan dari wilayah itu. Namun ini terkait pada agen ekspedisi yang menaikkan cenderamata dari tempat-tempat ini buat mensupport pedagang lokal.

Eksekutor dari Geotourism Pergelaran yang diadakan pada Juli sudah memakai metode ini.

Kegiatan itu mempunyai kedudukan virtual buat bidang usaha lokal. Salah satunya sukses menarik hingga 200 wisatawan serta konsumen dalam aktivitas itu.

Agen ekspedisi bisa menunjuk sebagian tempat yang mempunyai gerai online ataupun pasar online buat membeli bawaan lokal terkenal dari sesuatu tujuan serta mempromosikannya dengan cara virtual pada wisatawan.

Agen ekspedisi pula bisa berbicara dengan pedagang lokal orang, mengakulasi kerajinan mereka serta menaikkan cenderamata ini pada wisatawan lewat web website agen ekspedisi.

Sedangkan agen ekspedisi memperoleh manfaat dari pariwisata virtual, manfaat untuk pedagang lokal wajib lalu ditingkatkan.

Penguasa wajib menduga lebih banyak inovasi di pabrik pariwisata sebab endemi COVID- 19 tidak hendak pulih dalam durasi dekat.